Bukan Sekadar Berita, Cara Media Israel Melihat Perang Iran-AS Jadi Sorotan
Bukan Sekadar Berita, Cara Media Israel Melihat Perang Iran-AS Jadi Sorotan

Bukan Sekadar Berita, Cara Media Israel Melihat Perang Iran-AS Jadi Sorotan

Bagikan

Ketegangan antara Israel, Amerika, dan Iran kembali memuncak, namun yang menarik bagaimana media domestik Israel memberitakan konflik ini.

Bukan Sekadar Berita, Cara Media Israel Melihat Perang Iran-AS Jadi Sorotan

Dari layar televisi hingga portal berita online, warga Israel disuguhi narasi yang sarat simbol patriotik, slogan perang, dan visual militer yang dramatis. Setiap ledakan, serangan udara, dan klaim kemenangan disajikan seolah menjadi bukti keunggulan militer negara, sementara fakta mengenai korban dan kerusakan di pihak Iran nyaris tak tersentuh. Simak selengkapnya hanya di Rahasia Kekuatan Politik Dunia.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Bagaimana Media Israel Membingkai Perang

Perang antara Israel-AS melawan Iran memunculkan sorotan tajam dari media internasional, khususnya Israel. Media domestik di sana kerap menampilkan visual bendera Israel dan Amerika Serikat berdampingan, menegaskan aliansi militer dan politik kedua negara. Penayangan berita pun dilengkapi slogan patriotik dan musik dramatis bernuansa militer, menekankan kemenangan dan semangat nasional.

Program-program seperti Patriots di Channel 14 menayangkan rangkaian ledakan, serangan udara, dan klaim keberhasilan operasi militer yang dibalut narasi heroik. Channel 14 sendiri sering disebut sebagai “Fox News versi Israel” karena pendekatannya yang sangat pro-pemerintah. Tayangan mereka minim kritik dan sepenuhnya mendukung kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta koordinasi dengan AS.

Slogan-slogan perang seperti “Kami akan menang” atau “Dengan pertolongan Tuhan” muncul hampir setiap malam di layar televisi, menciptakan kesan urgensi dan kesatuan nasional. Visual semacam ini terus-menerus membentuk persepsi publik bahwa perang melawan Iran adalah langkah yang sahih dan perlu. Hal ini juga menegaskan peran media Israel sebagai penggerak opini kolektif masyarakat terkait ancaman Iran.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Perbedaan Dengan Konflik Gaza

Gaya liputan perang Iran mengingatkan pada pola pemberitaan media Israel saat konflik Gaza. Dalam kasus Gaza, media menekankan persatuan nasional, ketahanan kolektif, dan dukungan penuh terhadap militer Israel. Namun, seiring waktu, beberapa media mulai mengkritik kapasitas pemerintah dalam mengambil keputusan, terutama terkait sandera.

Berbeda dengan Gaza, perang melawan Iran tidak menimbulkan jurang perbedaan politik yang sama. Hampir seluruh media mainstream menampilkan narasi seragam yang menekankan ancaman Iran dan perlunya tindakan militer. Channel 14 menekankan jargon kemenangan total, sementara Channel 12 menggunakan bahasa lebih moderat seperti “Bersama sampai akhir.”

Simbol-simbol visual seperti pin Singa Yehuda di Channel 14 dan slogan perang di layar menegaskan identitas militer dan nasionalisme Israel. Media-media ini menggunakan strategi visual dan retorika untuk memperkuat persepsi bahwa operasi militer adalah langkah tepat dan mendesak, tanpa membuka ruang kritik yang signifikan.

Baca Juga: Situasi Mencekam Trump Sebut Operasi Militer AS Di Iran Hampir Berakhir

Representasi Iran Dalam Media Israel

Representasi Iran Dalam Media Israel

Media Israel secara konsisten menggambarkan Iran sebagai ancaman eksistensial. Iran dilabeli sebagai “kepala ular” atau “kepala gurita” yang mengendalikan kelompok proksi di kawasan. Retorika ini telah dipelihara selama puluhan tahun, dengan Netanyahu secara rutin memperingatkan forum internasional tentang program nuklir Teheran.

Sejak perang dimulai pada Februari 2026, media menekankan keberhasilan operasi militer Israel dan koordinasi erat dengan AS. Tajuk utama seperti “Di Jantung Teheran: Situs Produksi Rudal Balistik Iran Hancur” memperkuat kesan kemenangan dan kontrol penuh. Istilah seperti “luar biasa” atau “tak dapat dipercaya” digunakan untuk menggambarkan operasi militer dan serangan udara.

Namun, media Israel jarang menyoroti korban jiwa atau kerusakan di Iran. Sensor ketat dan pembatasan liputan membuat publik dalam negeri tidak mengetahui skala sebenarnya dari serangan Iran maupun dampak operasi Israel. Narasi resmi pemerintah diterima tanpa kritik, memperkuat persepsi bahwa penggunaan kekuatan militer adalah solusi yang tepat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari tvonenews.com
  • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com

Leave a Reply